Minggu, 31 Maret 2019

10 film favorite saya



                          Genre Drama Romantic yang mencari ilmu dan cinta


film yang mengisahkan tema cerita kaya mendadak yang dialami oleh sebuah keluarga


film dari kisah novel ika natasya, laki-laki yang bernama haris yang memiliki daya tarik yang mempesona, menemukan cintanya namun tidak bisa memilikinya.


genre drama, seseorang yang memiliki karier yang begitu-begitu saja, memilih resign dari kantornya untuk mendirikan usaha laundry.


genre comedy, menceritakan tentang kehidupan pada preman setelah mereka pensiun atau sudah tidak menjadi preman lagi.


film robot wanita kecil yang lucu cantik dan kuat


 dramatis action dan sangat menghibur efek visual yang sangat mengesankan


genre comedy indonesia,  mengisahkan kehidupan romatis yang tidak kalah seru dari rangga dan cinta.  


genre drama, mengisahkan keluarga sederhana hangat dan penuh kasih sayang


genre horor indonesia, bercerita mengenai sekelompok remaja melakukan sesuatu yang tabu di hutan terlarang.

Jumat, 29 Maret 2019

The Production team : A Teamwork

Proses pembuatan film adalah proses yang melibatkan banyak orang dan merupakan pekerjaan teamwork yang membutuhkan kerjasama yang erat.
A. PRODUCER'S UNIT/UNIT PRODUCER
Unit producer's yang biasanya dikoordinir oleh executive producer ini mempunyai tugas utama untuk mengelola aspek finansial.
Di dalam unit produser terdapat beberapa personel dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing yaitu, sebagai berikut:
1. Executive producer (produser eksekutif)
Bertanggung jawab mengelola dan menjadi decison meker dalam ketiga aspek yang menjadi tanggung jawab unit ini yaitu finansial,bisnis dm organisasional.
2. Producer/line producer/producer pelaksana
Produser yang menjadi pelaksana harian dengan mengelola proses produksi sehari-hari dari pembeli material, pembayaran honor personel, pengambilan keputusan kreatif seperti skenario, casting, shooting, editing, dan pengaturan jadwal produksi.
3. Production manager/manager produksi
Manager produksi atau production manger ini adalah penanggungjawab harian selama pelaksanaan shooting di lapangan.
4. Unit manager
Bertanggung jawab atas penyediaan konsumsi, akomodasi, transportasi, penyediaan peralatan dan daftar gaji seluruh peesonel dalam tim produksi.

B. DIRECTOR'S UNIT/UNIT SUTRADARA
Unit sutradara yang dikoordinir oleh sutradara ini pertanggung jawab atas seluruh proses kreatif dalam sebuah produksi film.
1. Director/sutradara
Sutradara bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi dengan seluruh tim produksi, bertanggung jawab terhadap seluruh keputusan yang berkaitan dengan visualisasi naskah dari casting, pemilihan lokasi, pembuatan breakdown script, mengarahkan pemain sampai pada memilih gambar yang dibutuhkan pada saat editing.
2. Assistant of director asisten sutradara
Asisten sutradara bertugas untuk mengerjakan detail administrasi dan organisasi produksi selama shooting, melakukan koordinasi kerja antar crew, membantu sutradara dalam membuat jadwal shooting, mengatasi crew mengarahkan akting figuran serta menyiapkan kebutuhan pemain.
3. Casting director/casting coordinator/talent scout
Tugasnya membantu sutradara dalam melakukan pemilihan terhadap calon-calon pemain yang potensial dengan melakukan test kamera sesuai dengan naskah.
4. Location scout/location coordinator
Bertugas mencari, meneliti, dan mengurus ijin lokasi yang akan digunakan sebagai setting pada saat pengambilan gambar sesuai dengan tuntutan naskah.
5. Script clerk/pencatat skrip
Biasanya pencatat skrip inilah yang bertanggung jawab untuk mengelola clapperboard atau papan yang diketukkan sebelum setiap take pengambilan gambar dan berisi nama film, sutradaranya siapa, kamera no berapa, kaset atau roll film yang keberapa, scene keberapa, dan take ke berapa.
6. Acting coach/pembimbing acting
Untuk mengatasi pemeranan yang khusus, sutradara bisa memperbantukan acting coach untuk melatih pemain seperti penari atau koreografer,pesilat, dll.

C. SCRIPT'S UNIT/UNIT SKRIP
Unit skrip ini bertanggung jawab atas penulisan naskah dari ide dasar hingga naskah final. Beberapa personel yang ada didalam unit ini adalah:
1. Scriptwriter/penulis naskah
Bertanggung jawab atas penulisan naskah final biasanya belum ada pengarahan tentang frame cutting point maupun transisi yang akan digunakan.
2. Screenplay/teleplay
Bertanggung jawab untuk melengkapi naskah final dengan pengarahan kamera seperti pembingkaian gambar maupun transisi antar gambar.
3. Story man/ilustrator
Bertugas membuat ilustrasi gambar sesuai dengan visualisasi yang dikehendaki naskah untuk membuat storyboard.

D. CAMERAMEN'S UNIT/ UNIT KAMERAWAN
Unit kamerawan ini bertanggung jawab terhadap transformasi atau visualisasi ide yang ada di dalam naskah ke dalam bentuk audio visual yang mengangkut pemilihan pembingkaian gambar atau frame cutting point, gerakan kamera maupun angle kamera.
 Adapun personel yang biasanya bekerja dalam unit ini adalah sebagai berikut :
1. Director of photography (DOP)/Cinematographer
Dop sebagai kepala unit kamerawan bertanggung jawab untuk menghasilkan output gambar pada saat pengambilan gambar agar sesuai dengan tuntutan naskah baik dari segi kualitas teknis, artistik, dramatik dan komposisi dari gambar tersebut.
2. Camera operator
Merupakan tenaga teknisi yang membantu cinematographer dalam menangani dan mengoperasikan kamera agar sesuai dengan tuntutan naskah dan sutradara.
3. Follow focus cameraman/focus puller
Adalah asisten dop atau cinematographer yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perawatan lensa kamera agar dapat menghasilkan gambar yang tajam dan fokus.
4. Grip
Bertanggung jawab atas dolly atau rel kamera baik dalam penempatannya maupun pergerakannya agar dapat menghasilkan gambar bergerak yang halus.
5. Gaffer/electrician chief/lighting direction
Mengatur dan menyiapkan kebutuhan tata cahaya sesuai yang dikendaki dop/cinematographer.
6. Technical director
Bertanggung jawab untuk mangatur perekaman gambar dari kamera ke mixer atau perekam.
7. Video tape operator
Memeriksa secara teknis agar gambar dan suara dapat terekam dengan sempurna.
8. Juicer/lighting man
Membantu gaffer dalam menyiapkan seluruh peralatan tata cahaya serta listrik atau diesel.

E. DISIGN UNIT/UNIT ARTISTIK
Unit artistik ini bertanggung jawab atas penataan artistik baik berupa set, property, kostum, make up dalam sebuah produksi yang terdiri atas beberapa personel yaitu:
1. Art director/penata artistik
Menyiapkan seluruh set, property, kostum, dan makeup yang sangat penting untuk mempengaruhi mutu visual gambar yang dihasilkan agar kelihatan indah atau artistik dengan selera yang baik.
2. Buyer
Seseorang yang bertugas mencari, menyewa atau membeli segala keperluan unit artistik.
3. Costum designer/wardrobe/costumer
Bertugas dalam pemilihan, pembuatan, pencarian, dan pemeliharaan kostum yang sesuai dengan karakter pemain dan setting waktu.
4. Hair-stylist
Bertugas menata rambut pemain agar sesuai dengan naskah dan tetap dalam keadaan sama meski shootingnya bukan pada hari yang sama.
5. Make-up artist
Memberi dn mempertahankan rias wajah pemain pada saat shooting agar sesuai dengan naskah.
6. Property man
Bertugas menyiapkan property yang dibutuhkan
7. Set designer
Bertugas merancang set sesuai dengan naskah
8. Set contrction crew
Bertugas membuat set sesuai dengan design yang dibuat set designer.
9. Greensman
Bertugas secara khusus menata set yang berasal dari tumbuhan hidup yang berupa senak, pohon dan perdu sesuai naskah dan bertanggung jawab atas pemeliharaannya.

F. SOUND'S UNIT/UNIT TATA SUARA
Unit suara ini bertanggung jawab atas segenap aspek dalam perekaman dan pengaturan berbagai suara baik yang berupa dubbing.
Personel yang ada dalam unit tata suara ini adalah:
1. Sound director/floor mixer/audio director/penata suara
Bertugas merekam suara agar menghasilkan suara yang prima,ia juga bertugas mengarahkan anak buahnya dalam meletakkan mikrofon.
2. Cableman
Menyiapkan dan mengurus kabel antara mikrofon dan kabel pada saat shooting
3. Music director
Menyiapkan ilustrasi musik atau theme song dari sebuah produksi sesuai dengan naskah.

G. UNIT'S EDITOR/UNIT EDITOR
Unit editor ini bertugas untuk menata kembali gambar-gambar yang telah direkam agar sesuai dengan urutan yang ada dalam naskah. Beberapa personel yang bekerja dalam unit ini adalah:
1.chief editor/editor
Bertanggung jawab atas seluruh proses penyambungan gambar melalui pemilihan transisi antar gambar agar sesuai naskah
2. Editor assistant
Membantu editor dengan mengatur administrasi berbagai shot serta menyambung shot
3. Joiner
Petugas khusus yang menyambung film secara teknis di ruang penyutingan.

H. UNIT PRODUKSI LAIN
Berikut ini adalah beberapa tim film yang lain yang berada di luar unit-unit di atas dintaranya adalah:
1. Developer
Bertanggung jawab atas pencucian film di laboratorium processing film
2. Examiner
Bertanggunf jawab memeriksa film secara fisik untuk memilih film mana yang rusak dan yang baik agar bisa masuk dalam proses editing.
3. Grader
Bertanggung jawab atas penentuan kepekatan warna (color dan density) sebuah negatif film dalam proses menuju positif film.
4. Jene
Bertanggung jawab atas sumber listrik berupa generator set dalam proses shooting
5. Goes-for
Bertanggung jawab untuk pekerjaan-pekerjaan kecil tapi penting yang dibutuhkan oleh crew lain, istilah umumnya adalah pembantu umum.
6. Graphic designer/animator
Bertanggung jawab terhadap pembuatan graphic maupun animasi yang digunakan untuk melengkapi visualisasi produksi
7. Visual effects
Bertanggung jawab untuk membuat special efek yang dibutuhkan dalam film.



Seminar yot/millenial safety roadshow

Ooke guys aku mau ceritain sharing tentang event millenial road safety festival yang diadakan di palembang.
Acara meriah yang menghadirkan artis bintang ibukota raffi ahmad dkk. 
Sangat banyak menarik banyak masyarakat yang hadir untuk menonton dan menyaksikan pertunjukan dan acara demi acara yang di laksanakan di benteng kuto besak atau monpera tempat peninggalan peninggalan kota palembang.
Event ini adalah event festival dari pemerintah yang digelar disetiap kota kota besar diindonesia . Merupakan sosialisai dari pemerintah dengan sasaran milenial menginggat bahwa kecelakaan tertinggi disumbangkan oleh anak muda bertujuan  agar anak muda waspada,berhati hati dalam bekendara.  Event luar biasa yang sangat keren menghibur dan meninggalkan kesan dan pesan bagi masyarakat.

Rabu, 27 Maret 2019

Tahap produksi : bermain dengan kamera

A.TIPE PRODUKSI
Adalah proses perekeman baik gambar maupun suara secara langsung maupun terpisah. Oleh karena dalam tahap produksi ini ada beberapa tipe yaitu :
1. Single-system production
Untuk tipe ini pengmbilan suara biasanya dilakukan kemudian melalui sistem dubbing yang biasanya dilakukan dalam sebuah studio audio.
2. Double-system production
Untuk tipe produksi ini yang perlu dipersiapkan selain pengambilan gambar adalah penyiapan mikropon yang digunakan sebagai alat bantu pengambilan suara disesuaikan dengan jenis suara dan adegan yang mau diambil.

B. FRAME CUTTING POINT/UKURAN GAMBAR
1. Extreme close up/ecu/xcu
Shot detail suatu obyek, ex: mata
2. Big close up/bcu/tight close up
Shot sangat dekat, ex: keseluruhan tinggi kepala memenuhi layar
3. Close up/cu/full close up
Shot dekat, ex: dari leher atau bahu sampai sedikit diatas kepala
4. Medium close up/mcu/bush shot/chest shot/close shot
Shot agak dekat, ex: memotong tubuh dari dada hingga kepala.
5. Medium shot
Shot agak dekat sekitar 1/2 dari subyek, ex: dari pinggang sampai kepala
6. Knee shot/ks/3/4 shot/medium long shot/mls/medium full shot
Shot tiga seperempat obyek, ex: dari lutut sampai kepala
7. Full shot/fs
Shot obyek secara penuh, ex: dari kaki sampai kepala
8. Long shot/ls
Shot jauh untuk menampilkan obyrk secara keseluruhan, ex: seseorang yang sedang berdiri di taman dengan rumput dan tanaman di sekitarnya yang menjadi background masuk dalam gambar
9. Extreme long shot/els
Shot sangat jauh yang memperlihatkan subyek lebih kecil dari backgroundnya, ex: orang yang berdiri diatas taman tadi terlihat kecil ditengah taman yang luas.

C. GERAKAN KAMERA
1. Panning (pan right, pan left)
Yaitu pergerakan kamera secara horisontal tanpa mengubah posisi kamera. Disebut dengan an right jika kamera bergerak dari kiri ke kanan secara horisontal dan sebaliknya, disebut dengan pan left jika kamera bergerak secara horisontal dari kanan ke kiri.
2.tilting (tilt up, tilt down)
Berbeda dengan panning, gerakan yang disebut tilting adalah pergerakan kamera secara vertikal tanpa mengubah posisi kamera. Oleh karena itu pergerakan vertikal kamera dari atas ke bawah disebut dengan tilt down, sedangkan dari bawah ke atas diberi nama tilt up. Gerakan yang vertikal ini umumnya dipergunakan untuk menunjukkan ketinggian atau kedalaman maupun untuk menunjukkan hubungan antara obyek yang satu dengan lainnya. Gerakan tilt up biasanya dapat merangsang emosi, perasaan ataupun keingintahuan audience untuk menuju gambar berikutnya. Sedangkan gerakan tilt down biasanya menimbulkan kesehatan, kekecewaan.
3. Dolly/track (dolly in/dolly out, track in/track out)
Adalah pergerakan kamera mendekati. Gerakan dolly in atau tracking in dapat digunakan untuk meningkatkan titik atau pusat perhatian, rasa ketegangan, rasa ingin tahun terhadap subyek yang akan didekati. Sementara sebaliknya gerakan dolly out dan track out secara perlahan-lahan akan mengurangi ketengangan, rasa ingin tahu dan harapan penonton.
4. Arch/arching (arch left, arch right)
Pergerakan kamera dolly atau track yang mengitari subyek biasa yang disebut dengan arching atau revolve tracking adalah gerakan kamera dimana kamera seolah-olah berusaha membuat lingkaran virtual atas subyek yang ada ditengahnya.
5. Follow tracking (follow track right, follow track left)
Ketika kamera bergerak ke kiri sejajar dengan obyek maka disebut dengan follow track left. Demikian juga sebaliknya ketika kamera bergerak ke kanan sejajar dengan subyek maka disebut dengan follow track right.
6. Pedestal/boom (pedestal/boom/elevate up, pedestal/boom/elevate down)
Pergerakan kamera diatas alat bantu bernama pedestal yang merupakan penyangga. Ketika pendestal dinaikkan dengan sendirinya kamera ikut bergerak naik dan gerakan ini disebut dengan pendestal/boom down atau elevate down, sedangkan jika pendestal dinaikkan maka gerakan kameranya disebut dengan pendestal/boom up atau elevate up.
7. Crane/boom (crane up/down, boom up/down)
Pergerakan kamera turun dengan alat bantu crane yang juga disebut dengan crane down, jika crane membawa kamera bergerak naik maka gerakannya disebut crane up.
8. Zooming (zoom in, zoom out)
Pergerakan kamera yang mendekati subyek secara optis atau menambah panjang fokal lensa dari sudut sempit ke sudut lebar disebut dengan zoom in. Sementara pergerakan kamera yang menjauhi obyek disebut dengan zoom out.
9.crab/track (crab left/right, truck left/right)
Pergerakan kamera yang menyamping ke kiri disebut truck/crab left, sedangkan yang menyamping ke kanan disebut dengan truck/crab right.

D. ANGLE/SUDUT PANDANG KAMERA
A. Straight/normal/eye-level angle
Merupakan sudut pengambilan gambar yang normal dimana kamera mengambil gambar subyek dengan ketinggian normal (sejajar mata orang dewasa) biasanya ketinggian kamera adalah setinggi dada orang dewasa.
B. Low angel
Kamera mengambil gambar subyek dari bawah yang menampakkan subyek mempunyai kekuatan yang lebih menonjol kekuasaanya.
C. High angel
Berlawanan dengan low angel, high angel menempatkan kamera lebih tinggi dari obyek.

Selasa, 26 Maret 2019

Riview film cinemaxx XX1/ bulan maret 2019



Salah satu film favorite saya, yaitu genre action Alita Batle angel
mengapa aku seneng banget film ini? yah, karena adegan adegan perkelahian,
kehidupan alita mengalami banyak rintangan berbahaya selama ia berusaha menemukan jati dirinya. setiap adegan nya pun berhasil membuat penonton menikmati keseruan film tersebut dengan berbagai aksti para aktor dan aktris yang sungguh mengesankan, setiap adegan alita robot wanita yang diperankan oleh hanna robot yang kuat itu berhasil membuat kagum dan tertawa. mulai dari alita pertama kali mencoba permainan motorball, kemudian saat dirinya masuk ke dalam bar berisi para pembunuh bayaran (hunter-warior) hingga aksinya melawan robot raksasa yang bernama gewiskha di perankan oleh jackie earle haley, sangat menonjol sekali dalam film yang mungkin dilakukan teknologi spesial efek , jadi sangat penting dalam industri perfilman.

Minggu, 24 Maret 2019

Tahapan Perencanaan Produksi

A. SHEDULING
Adalah penjadwalan seluruh tahap yang akan dikerjakan dalam sebuah produksi yang dimulai dari pra produksi, produksi hingga paska produksi.
Pembuatan jadwal ini sangat penting untuk bisa menghasilkan produksi secara tepat waktu sehingga pemborosan biaya yang sering terjadi saat produksi molor dari jadwal bisa dihindari.

B.BUDGETING
menentukan anggaran biaya dalam pembuatan film seperti gaji,lokasi,pakaian,
tata rias,kru,fasilitas,dll


C. LOCATION HUNTING
Pembuatan daftar lokasi ini sangat diperlukan untuk shooting terutama untuk menentukan equiptment yang akan digunakan seperti property, set, kamera, lighting, filter, reflektor, generator set maupun perlatan lain yang sangat bergantung pada lokasi yang akan digunakan.

D.EQUIPTMENT PREPARING
Untuk menantisipasi kebutuhan alat mendadak yang sangat merepotkan dalam sebuah produksi video/film, dalam tahap pra produksi diperlukan penyusunan equiptment list yang memuat seluruh peralatan yang akan digunakan pada saat shooting.
Dalam setiap jenis peralatan yang dibutuhkan perlu dicantumkan adalah tipe, jumlah, peralatan, dan kemungkinan untuk menggunakan peralatan sendiri maupun menyewa.

E. SET AND PROPERTY PREPARING
 Property list yang disusun oleh property manager ini sama halnya dengan set list dibuat berdasarkan naskah dan keinginan penata artistik, sutradara serta penata kamera.

F.WARDROBE AND MAKEUP PREPARING
Persiapan baju atau kostum yang diperlukan agar sesuai dengan naskah disusun oleh costume designer dengan memberi catatan dengan jenis baju, asal baju (menyewa, baju artis atau baru dll) serta talent yang akan memakainya dan kapan dia akan memakainya.

G.CREW ASSEMBLING
Pembuatan teamwork atau crew baik yang masuk dalam tim produksi inti yang bisa dibayar atau dikontrak bulanan atau per proyek maupun film produksi tambahan yang dibayar harian menjadi tanggung jawab produser dengan masukan dari sutradara dan penata kamera.

H. ADMINISTRASI/SURAT-MENYURAT/IJIN/KONTRAK
Semua urusan administrasi yang berupa surat menyurat, baik untuk keperluan menyewa peralatan, memperoleh ijin penggunaan lokasi tertentu, pembuatan kontrak, untuk pekerja maupun talent yang akan digunakan dan administrasi keuangan dan pembukuan sebaiknya diarsipkan. Tugas yang berhubungan dengan glerical-type-task ini dilakukan produser dan sekretarisnya.

I.PEMBUATAN SHOT LIST
penyusunan dari shot satu ke shot lain ini tentu saja akan ditentukan sesuai dengan setiap lokasi untuk memudahkan persiapan peralatan, pembuatan set dan property yang diperlukan serta transportasi baik buat crew maupun talent. Tugas ini dikerjakan oleh sutradara dibantu dengan asisten berdasarkan skenario atau naskah yang sudah final.




Sabtu, 23 Maret 2019

Tahapan produksi film

A. TAHAPAN PRODUKSI FILM
Membuat dan memproduksi sebuah film adalah sebuah proses yang bertahap yang tidak bisa dipisahkan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Keseluruhan tahapan produksi film yang nanti akan dibahas secara detil secara satu persatu dalam beberapa sesi:
1.Tahap pra produksi
2.Tahap perencanaan produksi
3.Tahap produksi

B. TAHAP PRA PRODUKSI
Tahap ini meliputi semua kegiatan yang harus dilakukan sebelum pengambilan gambar(shooting). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persiapan yang harus dilakukan :
A. Jenis film yang hendaj dibuat. Setiap jenis filn memerlukan persiapan yang berbeda dengan jenis film lainnya.
B.tipe produser, perbedaan tipe produser mempengaruhi peran sutradaa dalam proses pembuatan film. Tipe produser yang kooperatif menjadikan sutradara meempunyai wewenang penuh dalam proses kreatif pembuatan film.
Tahap pra produksi ini dapat dibagi lagi menjadi :
1.Tahap perencanaan pra produksi, antara lain :
 A. Ide
Adalah gagasan dasar tentang subyek yang akan difilmkan dan biasanya sudah mengandung tema dan sudut pandang tertentu mengenai subyek tersebut.
B. Sinopsis
Adalah tulisann ringkas mengenai garis besar pikiran, cerita atau adegan pokok dari cerita yang akan di filmkan.
C. Treatment
Adalah pengembangan lebih lanjut dari sinopsis yang memuat statement naratif tentang plot dan deskripsi karakter-karakter utama serta lokasi yang akan digunakan.

C. CATATAN DALAM MENGEMBANGKAN IDE CERITA
Dalam mengembangkan ide cerita, penulis naskah bisa melakukannya dengan membuat 5 kunci pertanyaan yang berkaitan dengan ide dasar cerita tersebut.
1.who/siapa
2.what/apa
3.where/dimana
4.when/kapan
5.why/mengapa
Oleh karena itu untuk membuat skrip/skenario yang baik perlu dilakukan survey dan riset dokumentasi tentang bahan-bahan pendukung baik yang berasal dari literatur maupun sumber lain seperti foto, video atau film lain serta survey lokasi yang hendak dituju atau digunakan dalam proses pembuatan film.







Jumat, 22 Maret 2019

Ada apa saja dengan film

A. SHOT
Adalah sebuah pengambilan gambar tunggal yang merupakan bagian dari scene. Kalau dianalogikan dengan buku, ia adalah sebuah kalimat.

B. SCENE
Adalah sebuah kesatuan dramatik yang terdiri dari satu atau beberapa shot. Scene biasanya mengambil tempat yang berurutan dalam waktu, sama dalam setting dan sama penggunaan karakternya. Kalau shot adalah kalimat, scene bisa dianalogikan dengan paragraf.

C. SEQUENCE
Adalah sebuah kesatuan dramatik yang terdiri dari beberapa scene yang biasanya dipertalikan dengan momentum emosi dan naratif. Sequence atau sekwen ini dalam logika drama panggung adalah pembuatan babak demi babak yang satu plot cerita tersendiri.

D. GENRE
Adalah kategori yang luas tentang jenis film yang bisa dilihat dari kisaran cerita maupun cara membuatnya seperti, dokumenter, drama, komedi, komedi situasi, suspense, thriller, horor, science fiction, detektif, cop shows, action, animasi, klasik, musical,  dll.

E. SERIES
Adalah rangkaian program televisi dengan standar format dengan karakter utama yang sama dengan cerita yang berainan setiap episodenya.

F. SERIAL
Adalah rangkaian program televisi dimana setiap episode merupakan dari episode yang sebelumnya dengan cerita yang berkelanjutan.

G. SEQUEL
Adalah film yang ceritanya merupakan bagian dari film yang lainnya.

Rabu, 20 Maret 2019

Ide cerita film karya saya (sutradara)



Sutradara film
Genre horor
Adalah film besutan saya sebagai sutradara pembuatan proses film ini sangat menguras otak bagaiamana tidak karena dilakukan di siang bolong di tengah keramaian.  Dan lagi lagi dengan team kami spirit campus memang hobby mengambil lokasi syuting di tempat wisata karena bisa juga jadi promosi keindahan palembang.  Yang kali ini harus kami sulap menjadi lokasi horor sebagai ide cerita syuting dengan mengambil gambar gambar tempat bersejarah, yang kami asumsikan cocok sebagai minset orang banyak bahwa tempat bersejarah tak terlepas dari kisah mistis berhantu berpenghuni banyak hutan ada danau ada tugu,  bangunan tua pohon tua pak tua  ,musium dan banyak lagi.
Berlokasi di taman purbakala sriwijaya memiliki nilai sejarah kerajaan sriwijaya yang pernah berjaya menguasai asia bahkan katanya sampai ke magadascar.
Spirit campus
Di sutradarai oleh saya sendiri
Genre horor
Produser :asriyan hidayat
Sutradara: erlina
Editor adi purnama
Kameramen:intan trias politica
Artistik: astiana


Semoga menikmati film kami
Terima kasih

Selasa, 19 Maret 2019

Apa itu Sinematografi?

Sinematografi adalah sebuah kajian yang mempelajari film sebagai sebuah rangkaian gambar yang bergerak.

A.PENGERTIAN SINEMATOGRAFI
Istilah sinematografi berasal dari kata kinema yang berasal dari bahasa yunani dan mempunyai arti "bergerak". Selain sinematografi juga berasal dari nama alat yang diciptakan oleh Lumiere bersaudara yang dinamakan cinematograf. Oleh karena itu, seorang sinematografer seringkali dianggap sebagai petanggung jawab atas gambar dan mutu gambar yang dihasilkan dalam sebuah proses pembuatan film.
Dalam sebuah film,baik yang bersifat cerita ataupun non cerita, tentu saja diperlukan sebuah cara agar pokok-pokok pikiran atau pesan yang disampaikan disusun dalam sebuah urutan yang mengalir dan enak untuk diikuti.
B.istilah seputar sinematografi
Beberapa istilah yang berkaitan dengan dunia sinematografi yaitu sebagai berikut:
1.cineast(sineas)
Adalah seorang pembuat film yang profesional.
2.cinemascrope
Adalah merk dagang yang memiliki oleh perusahaan film kaliber internasional, 20th-Century Fox untuk layar lebar dengan ratio 1 : 2,5.
3.Cinemate
Adalah istilah yang berarti "melek gambar(film)" bagi seseorang yang dianggap memahami dunia film.
4.Cinematheque(sinematek)
Adalah istilah perancis untuk arsip film.
5.cinematic(Sinematik)
Adalah memiliki mutu yang dihubungkan dengan sifat-sifat yang harus terdapat pada sebuah film sebagai suatu karya seni.
6.Cinematology
Adalah studi khusus yang memperlajari film sebagai materi kajian yang paling utama.
C.Ruang lingkup sinematografi
Dalam memahami sinematografi yang digunakan sebagai landasan untuk mengenal anatomi film secara utuh,pembahasan mengenai sinematografi meliputi ruang lingkup yang diartikan secara luas.

Selasa, 05 Maret 2019

Tahap paska produksi : menyutradarai gambar

A.TAHAPAN PASKA PRODUKSI
Tahap paska produksi yang secara umum sering disebut dengan tahap editing ini merupakan tahap terakhir yang dilakukan setelah shooting atau pengambilan gambar untuk menggabungkan seluruh hasil pengambilan gambar dengan unsur suara maupun visual lainnya. Dalam tahap ini biasanya dilakukakan beberapa langkah yaitu :
1. Off line editing
Dalam tahap off-line editing atau seringkali disebut dengan rough editing ini biasanya penyambungan gambar masih terlihat kasar dan biasanya belum diberi transisi gambar yang memadai meskipun urutan gambar sudah sesuai seperti dalam skenario atau naskah.
2. One line editing
Berdasarkan hasil dari off line editing maka dilakukan tahap editing on line yang menambahkan transisi dalam pengabungan gambar.
3.titling/sub titling
Apabila diperlukan dalam proses one line editing ini juga ditambahkan tittling atau judul ataupun sub tittling atau sub judul yang dibutuhkan sesuai dengan naskah atau skenario.
4. Animations
Sama dengan pembuatan tittling atau sub titling dalam proses ini juga biasa saja dimasukkan hasil animasi yang sudah dibuat dalam tahap produksi sesuai dengan skenario.
5. Special effects
Setelah semua gambar menyatu sesuai dengan urutan dalam naskah maka apabila diperlukan bisa pula ditambahkan special effects seperti pijar api, sinar dengan berbagai warna dan sebagainya.
6.Audi editing
Setelah semua unsur video selesai disatukan, unsur audio yang diedit adalah narasi/cerita, atsmosphere/suara alam atau lingkungan sekitar, sound efek/efek suara seperti pintu ditutup dll, ilustrasi musik, dubbing/pengisian suara talent.
7. Mixing
Proses ini berusaha membuat keseimbangan semua unsur baik gambar maupun suara agar jelas, rapi dan sinkron antara gambar dengan suara maupun antara satu unsur suara dengan suara lain.

B. JENIS EDITING
1. Continuity editing
Jenis editing yang mengutamakan kontinuitas antara satu gambar dengan gambar yang lain ini menempatkan editing sebagai alat untuk menghubungkan  beberapa titik dari obyek yang sedang melakukan aktivitas baik berupa dialog maupun gerakan lainnya.
2. Relational editing
Dalam editing jenis ini dilakukan intercutting atau pemotongan beberapa gambar yang berbeda antara satu aktivitas dengan aktivitas yang lain.
3. Dynamic editing
Beberapa gambar dalam editing jenis ini seolah tidak ada hubungannya satu sama lain.

C. TRANSISI DALAM EDITING
1.cut
Adalah perpindahan gambar secara mendadak dari gambar satu ke gambar lain tanpa ada tumpukan gambar diantara keduanya yang dapat memberikan perubahan scene, memendekkan waktu, membuat variasi sudut pandang dan membangun sebuah image atau ide.
2. Dissolve
Adalah perpindahan gambar dari satu gambar ke gambar lain secara perlahan sehingga transisi gambar kelihatan halus dan tidak terasa karena ada tumpukkan gambar diantara kedua gambar tersebut.
3. Fade in
Adalah perpindahan gambar dari blank atau layar hitam ke normal secara perlahan. biasanya transisi ini dipakai saat akan memulai sebuah film/video
4. Fade out
Adalah perpindahan gambar dari normal ke blank atau layar hitam secara perlahan.biasanya transisi ini dipakai saat akan mengakhiri sebuah film/video.
5. Wipe
Adalah perpindahan gambar dari dengan menggunakan teknik switching gambar dengan berbagai macam versi sesuai dengan yang disediakan oleh mesin editing.
6. Sound transition
Adalah selain transisi gambar, editing bisa dibantu oleh transisi suara yang berupa musik, narasi, atau penggalan kata dalam dialog.
7. Super impose
Adalah mengabungkan dua gambar menjadi satu dengan memberikan prosentase-prosentase baik untuk gambar pertama maupun gambar kedua yang bisa jadi tidak sama tergantung kesan yang akan ditimbulkan.
8.matte-key
adalah Mengabungkan dua gambar menjadi saty dengan membuat kunci pada satu gambar seperti contoh gambar pertama dibuat sebagai lingkaran dengan gambar yang blur atau kurang jelas sedangkan gambar kedua ditaruh ditengahnya.
9. Chroma-key
Adalah menggabungkan dua gambar dengan menggunakan background warna biru, hitam, atau merah dengan cara memberikan background warna tersebut pada gambar pertama yang digabungkan dengan gambar kedua sebagai background sehingga hasilnya adalah subyek pada gambar pertama sudah tergabung satu dengan backgound yang ada di gambar kedua.



Cara kreatif Belajar metodologi penelitian ilmu komunikasi kualitatif dari rumah Di tengah pandemi covid-19

Assalammualaikum Hallo saya Erlina  salah satu mahasiswi ilmu komunikasi stisipol candradimuka regular pagi semester 6 dan beberapa b...