Jumat, 05 April 2019

Talk show genpi sumsel tentang film legenda di ps

Oke aku mau ceritain sedikit talkshow dari komunitas genpi di palembang square mall.  Tempatnya bagus, indah, dan  nyaman.  Disini rame traffic pengunjungnya dari yang datang cuma liat liat sampe liat liat jadi beli.
Kami disini cuma acara talkshow doang kalo kami jualan pasti rami yang beli . Jadi pengalaman yang kami dapat bersama sama teman kampusku dan pengunjung lain  adalah mendapatkan ilmu, wawasan, pengtahuan dan karcis parkir mall.
Film lagenda sendiri adalah kepercyaan orang zaman dahulu yang bisa kita percaya atau tidak tetapi jika kita inggin belajar lagenda banyak hal didapat kisahnya, asal usulnya, hal hal menarik.  Contoh kalo dipalembang ada lagenda pulau kemaro, lagenda noni belanda dijembatan musi 2 ,lagenda antu banyu, lagenda sungai musi.
Jadi kita sebagai generasi muda harus mempelajari dan melestarikan lagenda yang ada.  Oke sekian cerita dari saya terima kasih

Kamis, 04 April 2019

Seminar broadcasting radio elshinta


103,7 fm bertemu lagi dengan gua erlina di program musik yang kamu suka. Udah kayak penyiar belum, ya  ?Lagi di pojokan belakang nih ikutan seminar broadcasting seminar radio elshinta oke gua mau sharing nih tentang radio Elshinta adalah sebuah jaringan radio siaran di Indonesia, yang berpusat di Jakarta. Sesuai dengan format acaranya News and Talk, radio ini menyiarkan berita dan informasi aktual, serta talkshow. Berita yang disiarkan termasuk berita seputar kondisi lalu lintas terkini, selain ekonomi, politik, sosial, budaya dan berbagai hal yang diperlukan oleh komunitas pendengarnya diseluruh kota besar di Indonesia.
Elshinta memiliki afiliasi dengan sejumlah radio di berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Batam, Surabaya,Medan, Palembang dan masih banyak lagi. 

Selasa, 02 April 2019

Membedah unsur-unsur film 1 film favorite


x
Pertama-tama, hal yang patut kami apresiasi dari film ini adalah efek visual yang benar-benar prima. Sepertinya budget cukup besar dialokasikan untuk departemen ini yang menghasilkan teknik CGI sangat mulus di wajah sang cyborg Alita.Perlu diketahui, aktris Rosa Salazar yang memerankan Alita wajahnya diubah dengan teknik CGI untuk menunjukkan paras robot yang masih mirip manusia, namun memiliki fitur berlebihan seperti mata yang super besar ala anime. Selain itu, pertarungan yang ditampilkan cukup natural dan mendebarkan. Terdapat porsi yang pas untuk adegan action, romansa, dan sains di film ini. Sayangnya “Alita: Battle Angel” cukup membuat kami geregetan karena beberapa hal. Pertama, film ini mempunyai pace yang sangat cepat. Berdurasi 2 jam 22 menit, banyak adegan seakan tidak memiliki waktu untuk diserap dengan baik oleh penonton sebelum narasi bergerak ke adegan yang lain. Menonton film ini layaknya menaiki threadmill yang terus menerus mengajak kita bergerak.
Kedua, film ini cukup ambisius untuk menargetkan sekuel karena memberikan ending super nanggung. Mungkin yang para sineas Hollywood belum pahami adalah untuk membuat sebuah sekuel, maka film pertama harus benar-benar bagus. Pembuat film ini seakan sudah yakin akan adanya sekuel (atau memang sudah teken kontrak?) sehingga memang sengaja tidak mengeluarkan semua rahasia yang mereka miliki. Hasilnya, setelah film berakhir, masih banyak bertanyaan menggantung di benak kami tentang cerita Alita. Secara keseluruhan, film yang sekarang sedang tayang di berbagai jaringan bioskop Indonesia ini tetap menghibur dan mampu memenuhi hasrat pecinta film sains-fiksi di awal tahun.


Cara kreatif Belajar metodologi penelitian ilmu komunikasi kualitatif dari rumah Di tengah pandemi covid-19

Assalammualaikum Hallo saya Erlina  salah satu mahasiswi ilmu komunikasi stisipol candradimuka regular pagi semester 6 dan beberapa b...